CERAMAH KESEHATAN GANGGUAN GINJAL AKUT PADA ANAK PADA PERTEMUAN UPT GABUNGAN JALASENASTRI WILAYAH SURABAYA

Membina keluarga yang sehat merupakan salah satu unsur dalam Visi & Misi Jalasenastri. Pengetahuan ilmu kesehatan yang cukup diantara anggota Jalasenastri tentunya sangat dibutuhkan untuk dapat mewujudkannya. Mencermati hal tersebut, UPT Gabungan Jalasenastri Mabesal Wilayah Surabaya mengadakan Ceramah Kesehatan Gangguan Ginjal Akut Pada Anak dalam kegiatan pertemuan rutin 3 bulanan UPT Gabungan Jalasenastri Mabesal Wilayah Surabaya yang bertempat di Ruang Diklat RSPAL dr. Ramelan, Surabaya. Kamis,(15/12/22)

Ny. Ila Kris Wibowo selaku Ketua Anak Ranting C Ranting C Cabang 1 Gab. Jalasenastri Mabesal Labinkimat sekaligus perwakilan penyelenggara, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertemuan rutin merupakan sarana silaturahmi bagi anggota Jalasenastri & sangat bermanfaat untuk saling mengenal serta dapat saling bahu membahu dalam bekerja sama dalam organisasi.

Sebagai narasumber  dalam ceramah kesehatan adalah Ketua Ranting E Cabang 7 Gabungan Jalasenastri Mabesal Ny. Rosalina Gigih Imanta. Pemilihan tema didasarkan pada maraknya kasus gagal ginjal pada anak usia 0-18 tahun & beberapa bulan terakhir insiden terbanyak pada balita.


Dalam ceramahnya, Ny. Rosalina menyampaikan materi fungsi ginjal, gejala & tanda gangguan ginjal akut pada anak terkait, “Kita sebagai orang tua untuk harus selalu hati-hati & waspada untuk terus memantau kesehatan anak-anak, tidak panik & tetap tenang. Jika anak mengalami gangguan/keluhan yang mengarah pada penyakit ginjal akut, seperti demam disertai diare, terkadang disertai batuk, serta mengalami penurunan jumlah urin dalam 24 jam atau sama sekali tidak bisa buang air kecil. Sebaiknya segera dibawa ke faskes terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.”

Diakhir materi, Ny. Rosalina yang kesehariannya berprofesi sebagai Dokter Spesialis Anak (Konsultan) di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta memberikan pesan kepada anggota Jalasenastri agar selalu mengawasi kondisi anak-anaknya dengan mencukupi asupan cairan, mengamati pola berkemih (jumlah, frekuensi, & warna urine) serta mencatat obat-obat yang aman untuk dikonsumsi, sebagai tindakan preventif akan timbulnya gagal ginjal akut pada anak.