KADEP SAWARE PIMPIN UPACARA BENDERA 17-AN

Kepala Departemen Saraf Jiwa Rehabilitasi Medik (Kadep Saware) Kolonel Laut (K/W) dr. Diah Utari,Sp.S sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Bendera Tujuh Belasan di Lapangan Apel Rumkital dr. Ramelan. Senin,(17/02/2020).

Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia Letjen TNI Joni Supriyanto dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Kadep Saware Rumkital dr. Ramelan menyampaikan bahwa Panglima TNI pada Rapim TNI Tahun 2020, telah menyampaikan Pokok-Pokok kebijakan sebagai pedoman dalam melaksanakan program kerja untuk menghadapi tuntutan dan tantangan tugas ke depan yang semakin komplek dan dinamis.

“Jangan terjebak pada kegiatan yang bersifat rutinitas dan monoton. Oleh karena itu, tumbuh kembangkan kreativitas dan inovasi baru yang lebih berkualitas dalam mendukung efektivitas dan efisiensi pencapaian tugas pokok TNI”. Dipertegas Kasum TNI

Indonesia merupakan Negara yang wilayahnya rawan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor di musim hujan serta kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau. TNI memiliki kemampuan tertentu yang dapat difungsikan dalam kondisi darurat dan tanggap bencana. Untuk itu jajaran TNI di manapun berada, tingkatkan kesiapsiagaan operasional satuan masing-masing guna mendukung tugas perbantuan tersebut.

Di tahun 2020 terdapat beberapa Agenda Nasional yang menuntut keterlibatan penuh TNI. Diantarannya kegiatan Pilkada Serentak 2020 dengan puncaknya pada tanggal 23 September 2020, terdapat 270 daerah yang akan melaksanakan pemilihan. Agenda Nasional lainnya pada oktober-november 2020 mendatang akan diselenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua yang dilaksanakan di tiga tempar berbeda. Pimpinan TNI menyatakan kesiapan pengamanan jelang pelaksanaan Agenda Nasional tersebut.

Hal lain yang tidak kalah penting, dengan pesatnya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, dunia maya dijadikan wahana menyebar informasi. Media sosial cenderung dijadikan medan baru pertempuran opini publik. Banyak berita bohong yang sengaja disebarluaskan untuk memprovokasi dan memecah belah persantuan dan kesatuan bangsa. Untuk itu, kepada segenap Prajurit, PNS dan Keluarga Besar TNI untuk tidak terpengaruh dengan berita-berita yang disampaikan melalui media sosial. Pilah dan pilih informasi yang diterima, jangan mudah percaya, apalagi terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi.

Hadir dalam upacara tersebut Dansatma, Para Kabag, Perwira, Bintara, Tamtama, PNS dan PHL Rumkital dr. Ramelan.