PERTAHANKAN "BINTANG LIMA" PARIPURNA : RSPAL dr. RAMELAN LAKSANAKAN SURVEI AKREDITASI RUMAH SAKIT

Kali ketiga, RSPAL dr. Ramelan telah melaksanakan Survei Akreditasi Rumah Sakit oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Dan secara perdana saat ini menggunakan referensi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit 2022 (STARKES). Rangkaian kegiatan dilaksanakan secara daring pada tanggal 9 September 2022 dilanjutkan secara luring mulai tanggal 14 s.d 16 September 2022.

Tim KARS diwakili oleh empat orang surveior untuk empat bidang survei. Selaku Ketua Tim sekaligus sebagai surveior Bidang Medis 1 adalah dr. Firdaus Sai Sohar, Sp.Rad (K), Sp.KN, FISQua; Bidang Manajemen oleh dr. H. Sardjana, MMR, FISQua, Bidang Medis 2 oleh dr. Nunung Dartini Wahyuningtyas, M.Sc, Sp.PK (K) dan Bidang Keperawatan oleh  Ibu Sri Widayati, SST, M.Kes, FISQua.

Diawali dengan Presentasi Kepala RSPAL dr. Ramelan tentang Profil Rumah Sakit serta Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Rumah Sakit dilanjutkan dengan konfirmasi terhadap dokumen yang telah ditelaah melalui SISMADAK. Hari kedua dilakukan penyambutan kedatangan Tim Surveior dan pembukaan sebelum melaksanakan telusur implementasi. Pada acara pembukaan, Ketua Tim Surveior mengungkapkan terimakasih atas komitmen RSPAL dr. Ramelan untuk bermitra dengan KARS serta berharap selama berkegiatan dapat berjalan dengan lancar.

Dihari ketiga dan keempat tetap dilaksanakan telusur implementasi secara menyeluruh pada unit sasaran disusul dengan Santiaji dan diakhiri dengan penyampaian Laporan Penutupan. Dalam Acara Penutupan, Kepala RSPAL dr. Ramelan, Laksamana Pertama TNI dr. Gigih Imanta J., Sp.PD., FINASIM., M.M. menyampaikan closing statement sebagai trigger untuk membangun awareness Civitas Hospitalia, Jalasena Husada RSPAL dr. Ramelan terhadap makna, maksud dan tujuan Akreditasi Rumah Sakit.

“Akreditasi adalah keniscayaan yg tdk bisa dihindarkan. Akreditasi adalah realita yg tdk bisa terelakkan. Bukan menjadi beban dan kewajiban. Tetapi memang sdh menjadi kebutuhan.

Akreditasi mestinya menjadi budaya sehari hari. Menjadi bekal untuk mengabdi dan melayani. Sebagai ladang ibadah di dunia dan bekal di akhirat nanti.

Oleh karena itu, Mari, kita atur strategi. Gaungkan akreditasi. Agar membumi dan dimengerti serta dilaksanakan sungguh-sungguh oleh setiap diri pribadi.

Bukan untuk mengakali, apalagi mengkadali. Bukan sekedar dokumen terlengkapi dan terisi rapi. Bukan sekedar Paripurna saat survey akreditasi. Tetapi, senantiasa berproses menuju perbaikan terus menerus dan terkini.

Akreditasi bukan sekedar sertifikasi, tetapi perjuangan hidup dan mati.

Sesungguhnya, tujuan mulia akreditasi adalah Paripurna dalam pelayanan sehari hari. Sehingga kualitas pelayanan dan keselamatan pasien terlaksana dengan sepenuh hati.”