RUMKITAL Dr. RAMELAN MENGGELAR LATFUNGKES PENANGANAN BENCANA ALAM

Pada 20 November 201E Pukul 07.30 WIB di Kota Surabaya dan sekitarnya mengalami pergeseran patahan (sesar) sehingga terjadi gempa darat dengan kekuatan 6,9 SR, dampak dari gempa tersebut menyebabkan bangunan dan jalan raya yang ada di Kota Surabaya dan sekitarnya mengalami kerusakan dan terdapat korban jiwa termasuk didalamnya adalah Rumkital dr. Ramelan mengalami kerusakan serta timbul kebakaran akibat konsleting listrik di Bagian Bengkel Angkutan sehingga menyebabkan pelayanan kesehatan terhadap pasien mengalami gangguan. Demikian Skenario manuver lapangan pada kegiatan puncak Latihan Fungsi Kesehatan (Latfungkes) yang dilaksanakan di Rumkital dr. Ramelan. Kamis,(28/11/19).

Latihan Fungsi Kesehatan (Latfungkes) penanganan bencana alam diikuti sekitar 250 peserta Tenaga Medis Rumkital dr. Ramelan, Unsur Kesehatan TNI AL Wilayah Surabaya, Unsur Kesehatan TNI AD Kodam V Brawijaya, Unsur Kesehatan TNI AU Lanud Surabaya, Unsur Kesehatan Biddokkes Polda Jatim,  BPBD Prov Jatim, Dinkes Prov Jatim, Dinkes Kota Surabaya, Basarnas, Rumah Sakit – Rumah Sakit Jejaring di Kota Surabaya. Latihan bersama antar instansi ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan, kemampuan, keterampilan dalam hal penaggulangan bencana khususnya yang terjadi di lingkungan rumah sakit.

Karumkital dr. Ramelan Laksmana Pertama TNI dr. Ahmad Samsulhadi saat menijau pelaksanaan Manlap Latfungkes menyampaikan bahwa gambaran mengenai kondisi tanggap darurat akibat bencana alam dinilai sangat penting. Hal ini terkait terwujudnya kesiapan dan kesigapan jajaran kesehatan TNI Angkatan Laut Wilayah Surabaya khususnya Rumkital dr. Ramelan dengan instansi terkait dalam rangka mewujudkan sistem komando, kendali, komunikasi dan informasi (K3I) dengan benar serta memahami dengan cermat dan baik mekanisme penanggulangan bencana alam.

 “Dalam latihan ini peserta dituntut untuk mengasah kemampuan individu maupun kelompok dalam memberikan pertolongan darurat lapangan, proses evakuasi, penanganan lanjutan pada korban akibat bencana alam. Sehingga kedepan diharapkan seluruh instansi yang terlibat mampu memiliki kesamaan persepsi dalam berkoordinasi, bertindak dalam menghadapi kondisi darurat bencana seperti yang disimulasikan dalam latihan kali ini”.  Ditambahkan Karumit.

Pada kesempatan yang sama, Kadep Kesla Kolonel Laut (K) M. Samsudin, Sp.M selaku Kalagiat mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai wujud sinergitas TNI POLRI dan Instansi Sipil di wilayah Jawa Timur khususnya Kota Surabaya dalam kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam dan kegiatan ini awal dari terwujudnya latihan bersama antar instansi yang berkelanjutan di masa akan datang.